Wednesday, May 30, 2018

Makalah - PANCASILA & PARADIGMA KEHIDUPAN BERMASYARAKAT, BERBANGSA, DAN BERNEGARA


PANCASILA & PARADIGMA KEHIDUPAN
BERMASYARAKAT, BERBANGSA, DAN BERNEGARA
Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Kelompok Mata Kuliah Pendidikan Pancasila









Disusun Oleh  :
1.     C                   (  )
2.     I       (  )
3.     Lulu Aundhia Allam                          (  )
4.     N                         (  )
5.     U                                    (  )



SEKOLAH TINGGI BAHASA ASING  ( STBA ) LIA
YOGYAKARTA
2017


KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan, taufik serta hidayah-Nya sehingga waktu yang singkat kami dapat menyelesaikan tugas makalah Pendidikan Pancasila dengan pembahasan Pancasila & Paradigma Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara dengan sebaik-baiknya.
Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Selanjutnya kami menyadari bahwa makalah ini belum sempurna, karena sedikitnya wawasan/pandangan kami, namun kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk dapat menyajikan sebuah makalah yang baik.
Akhirnya kami mohon maaf apabila dalam penyusunan makalah terdapat kelebihan dan kekurangan. Untuk itu kami harap kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini. Untuk itu kami berharap makalah ini dapat berguna sebagai tambahan ilmu pengetahuan bagi kami khususnya dan pembaca atau pada umumnya.


Yogyakarta, 13 Desember 2017




Penyusun




DAFTAR ISI

                                                                                                                                            
Halaman Judul………………………………............................................................................ 
1

Kata Pengantar………………………………………………………........................................


2


BAB I

Pendahuluan...............................................................................................................................
4


BAB  II

Pembahasan...............................................................................................................................
A.    Pengertian Pancasila & Paradigma...............................................................................
B.    Karakter Kebangsaan Indonesia....................................................................................
C.    Aktualisasi Pancasila dalam Kehidupan........................................................................
D.    Masyarakat Madani.......................................................................................................
E.     Globalisasi....................................................................................................................
5
5
5
8
9
11


BAB  III

Penutup...................................................................................................................................
A.    Kesimpulan.................................................................................................................
B.    Daftar Pustaka.............................................................................................................
14
14
14




 Bab I. Pendahuluan
Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin mengglobal menyebabkan masyarakat Indonesia sedikit demi sedikit meninggalkan nilai-nilai pancasila yang dulu selalu dipakai dalam kehidupan sehari-hari dalam pembangunan nasional maupun dalam bermasyarakat. Tidak hanya budaya asli Indonesia yang semakin lama semakin memudar, tetapi juga tingkat kebersamaan warga negara Indonesia dalam bersosial atau bermasyarakat yang kini mulai lebih ke individualisme seperti budaya masyarakat luar negeri dan meninggalkan budaya leluhur bangsa Indonesia sendiri yang lebih untuk bergotong-royong sehingga memudarkan atau bahkan merapuhkan rasa nasionalisme yang ada pada diri bangsa Indonesia sendiri.
Baru-baru ini ada banyak masalah atau pertanyaan yang sangat mendasar yang itu ditujukan untuk pribadi bangsa Indonesia sendiri dimana pancasila apakah sudah benar-benar diterapkan warga negara Indonesia baik dari kalangan masyarakatnya maupun dari kalangan pejabatnya yang pada umumnya terletak dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara dan pada khusunya terletak dalam kehidupan social politik pada bangsa Indonesia itu sendiri. Banyak statement yang mengatakan bahwa pancasila saat ini masih belum dapat dikatakan sebagai paradigma yang sukses membangun negara ini atau bahkan pancasila sendiri juga belum mapu menerangkan paradigma dalam pembangunan Indonesia sendiri. Kenapa hal ini sampai bisa terjadi? Lalu bagaimana sebenarnya peranan pancasila itu sendiri dalam hal pembangunan nasional? Mengapa pancasila belum mampu menjadi paradigma dalam pembangunan nasional?
Hal inilah yang mendorong kami untuk membahas pancasila sebagai paradigma dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Bukankah kita sebagai warga negara Indonesia yang baik dan bijak harusnya mampu mengamalkan atau mengaktualisasikan pancasila dalam kehidupan kita sehari-hari? Bukankah mengamalkan atau mengaktualisasikan pancasila itu sudah menjadi kewajiban kita sebagai warga negara? Lalu bagaimana sikap kita yang sekarang ini yang lebih menjauhkan diri dari nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila itu sendiri? Kenapa bangsa Indonesia lebih mudah meniru dari kebiasaan orang barat daripada menerapkan apa yang telah ditetapkan pancasila dalam kehidupan kita? Lalu bagaimana sikap kita sebagai generasi penerus bangsa yang katanya kita akan menjadi pemimpin selanjutnya atau yan akan menggantikan para pemimpin kita saat ini jika kita tidak menerapkan pancasila sejak dini.


 Bab II. Pembahasan
1.     Pengertian Pancasila dan Paradigma
Pengertian Pancasila
 
           Pancasila adalah landasan dari segala keputusan bangsa dan menjadi ideologi tetap bangsa serta mencerminkan kepribadian bangsa. Pancasila merupakan ideologi bagi negara Indonesia. Dalam hal ini Pancasila dipergunakan sebagai dasar mengatur pemerintahan negara. Pancasila merupakan kesepakatan bersama bangsa Indonesia yang mementingkan semua komponen dari Sabang sampai Merauke.


Pengertian Paradigma
            Secara etimologis, istilah paradigma pada dasarnya berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata “para” yang artinya di sebelah atau pun di samping, dan kata “diegma” yang artinya teladan, ideal, model, atau pun arketif. Sedangkan secara terminologis, istilah paradigma diartikan sebagai sebuah pandangan atau pun cara pandang yang digunakan untuk menilai dunia dan alam sekitarnya, yang merupakan gambaran atau pun perspektif umum berupa cara – cara untuk menjabarkan berbagai macam permasalahan dunia nyata yang sangat kompleks.

2.     Karakter Kebangsaan Indonesia

Pembangunan karakter bangsa merupakan gagasan besar yang dicetuskan para pendiri bangsa karena sebagai bangsa yang terdiri atas berbagai suku bangsa dengan nuansa kedaerahan yang kental, bangsa Indonesia membutuhkan kesamaan pandangan tentang budaya dan karakter yang holistik sebagai bangsa. Hal itu sangat penting karena menyangkut kesamaan pemahaman, pandangan, dan gerak langkah untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran seluruh rakyat Indonesia.

Tujuan

            Pembangunan karakter bangsa bertujuan untuk membina dan mengembangkan karakter warga negara sehingga mampu mewujudkan masyarakat yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, berkemanusiaan yang adil dan beradab, berjiwa persatuan Indonesia, berjiwa kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Karakter bangsa adalah kualitas perilaku kolektif kebangsaan yang khas baik yang tecermin dalam kesadaran, pemahaman, rasa, karsa, dan perilaku berbangsa dan bernegara sebagai hasil olah pikir, olah hati, olah rasa dan karsa, serta olah raga seseorang atau sekelompok orang. Pembangunan Karakter Bangsa adalah upaya kolektif-sistemik suatu negara kebangsaan untuk mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang sesuai dengan dasar dan ideologi, konstitusi, haluan negara, serta potensi kolektifnya dalam konteks kehidupan nasional, regional, dan global yang berkeadaban untuk membentuk bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, bertoleran, bergotong royong, patriotik, dinamis, berbudaya, dan berorientasi Ipteks berdasarkan Pancasila dan dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Karakter yang berlandaskan falsafah Pancasila artinya setiap aspek karakter harus dijiwai ke lima sila Pancasila secara utuh dan komprehensif yang dapat dijelaskan sebagai berikut :

1.            Bangsa yang Ber-Ketuhanan Yang Maha Esa
Karakter Ber-Ketuhanan Yang Maha Esa seseorang tercermin antara lain hormat dan bekerja sama antara pemeluk agama dan penganut kepercayaan, saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya itu; tidak memaksakan agama dan kepercayaannya kepada orang lain.

2.            Bangsa yang Menjunjung Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Karakter kemanusiaan seseorang tercermin antara lain dalam pengakuan atas persamaan derajat,hak, dan kewajiban; saling mencintai; tenggang rasa; tidak semena-mena; terhadap orang lain; gemar melakukan kegiatan kemanusiaan; menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

3.            Bangsa yang Mengedepankan Persatuan dan Kesatuan Bangsa
Komitmen dan sikap yang selalu mengutamakan persatuan dan kesatuan
Indonesia di atas kepentingan pribadi, kelompok, dan golongan merupakan
karakteristik pribadi bangsa Indonesia. Karakter kebangsaan seseorang tecermin dalam sikap menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan; rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.

4.       Bangsa yang Demokratis dan Menjunjung Tinggi Hukum dan Hak Asasi Manusia
Karakter kerakyatan seseorang tecermin dalam perilaku yang mengutamakan kepentingan masyarakat dan negara; tidak memaksakan kehendak kepada orang lain; mengutamakan musyawarah untuk mufakat dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.

5.       Bangsa yang Mengedepankan Keadilan dan Kesejahteraan
Karakter berkeadilan sosial seseorang tecermin antara lain dalam perbuatan yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. Membangun karakter adalah suatu proses atau usaha yang dilakukan untuk membina, memperbaiki dan atau membentuk tabiat, watak, sifat kejiwaan, akhlak (budi pekerti), insan manusia (masyarakat) sehingga menunjukkan perangai dan tingkah laku yang baik berdasarkan nilai-nilai Pancasila.



Ciri-ciri karakter bangsa Indonesia :
1.               Saling menghormati & saling menghargai
2.               Rasa kebersamaan & tolong menolong
3.               Rasa persatuan dan kesatuan sebagai suatu bangsa
4.               Rasa peduli dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa & bernegara
5.               Adanya moral, akhlak yang dilandasi oleh nilai-nilai agama
6.               Adanya perilaku dalam sifat-sifat kejiwaan yang saling menghormati & saling menguntungkan
7.               Adanya kelakuan dan tingkah laku yang senantiasa menggambarkan nilai-nilai agama, nilai-nilai hukum dan nilai-nilai budaya
8.               Sikap dan perilaku yang menggambarkan nilai-nilai kebangsaan.

Nilai-nilai yang membangun bangsa Indonesia :
1.               Nilai Kejuangan
2.               Nilai Semangat
3.               Nilai Kebersamaan / Gotong royong
4.               Nilai Kepedulian / Solidaritas
5.               Nilai Sopan santun
6.               Nilai Persatuan & Kesatuan
7.               Nilai Kekeluargaan
8.               Nilai Tanggung Jawab

Faktor-faktor dalam membangun karakter bangsa Indonesia :
1.               Ideologi
2.               Politik
3.               Ekonomi
4.               Sosial Budaya
5.               Agama
6.               Normatif ( Hukum &Peraturan Perundangan )
7.               Pendidikan
8.               Lingkungan
9.               Kepemimpinan



3.     Karakter Nasional
Apakah karakter nasional itu dan seperti apakah karakter nasional bangsa Indonesia? Karakter nasional adalah salah satu dari sembilan unsur kekuatan nasional tak kasat mata (intangible) suatu bangsa (Morgenthau, terj.,1990). Sebagai salah satu kekuatan nasional, karakter nasional harus dipelihara dan senantiasa direvitalisasi agar selalu bisa menjadi inspirasi, pengobar semangat dan mampu berfungsi sebagai human capital sebuah bangsa karena karakter nasional menentukan ketahanan nasional bangsa yang bersangkutan.
Secara definitif karakter nasional adalah kualitas psikologis yang dimiliki secara kolektif oleh sekelompok masyarakat. Istilah ini sering digunakan secara bergantian dengan nilai-nilai inti (core values), yaitu dapat dipercaya/amanah (trustworthiness), hormat (respect),tanggungjawab (responsibility), kejujuran (fairness), kasih sayang (caring), dan kewarganegaraan (citizenship)
4.     Aktualisasi Pancasila dalam Kehidupan
Aktualisasi Pancasila dapat dibedakan atas dua macam yaitu aktualisasi obyektif dan subyektif. Aktualisasi Pancasila obyektif yaitu aktualisasi Pancasila dalam berbagai bidang kehidupan kenegaraan yang meliputi kelembagaan negara antara lain legislatif, eksekutif maupun yudikatif. Selain itu juga meliputi bidang-bidang aktualisasi lainnya seperti politik, ekonomi, hukum terutama dalam penjabaran ke dalam undang-undang, GBHN, pertahanan keamanan, pendidikan maupun bidang kenegaraan lainnya.  Adapun aktualisasi Pancasila subyektif adalah aktualisasi Pancasila pada setiap individu terutama dalam aspek moral dalam kaitannya dengan hidup negara dan masyarakat. Aktualisasi yang subyektif tersebut tidak terkecuali baik warga negara biasa, aparat penyelenggara negara, penguasa negara, terutama kalangan elit politik dalam kegiatan politik perlu mawas diri agar memiliki moral Ketuhanan dan Kemanusiaan sebagaimana terkandung dalam Pancasila. Aktualisasi pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, antara lain:
1.     Mewujudkan kehidupan beriman dan bertakwa.
Perwujudan sikap beriman dan bertakwa di dalam keluarga antara lain:
·       Rajin dan taat beribadah;
·       Mendengarkan nasihat oreng tua untuk selalu menaati ajaran agama;
·       Memberi teladan sebagai umat beragama yang shalih;
·       Berupaya menciptakan suasana keluarga yang tentram dan damai; dan
·       Membina sikap jujur, adil, sabar, dan murah hati.
Sedangkan perwujudan di dalam sekolah antara lain:
·       Waktu belajar ataupun keluarga lainnya dimulai dan diakhiri dengan berdoa;
·       Menunjukkan teladan bagaimana hidup yang baik sebagai orang beragama;
·       Menghargai guru dan mematuhi tata tertib di sekolah;
·       Membina sikap peduli sesama teman; dan
·       Bersikap jujur, tekun, dan mau menolong tanpa pamrih.
Sementara perwujudan sikap beriman dan bertakwa di dalam masyarakat antara lain :
·       Menciptakan suasana damai yang menjamin penghayatan hidup beragama;
·       Membantu warga yang tertimpa musibah;
·       Turut berperan dalam perayaan hari besar agama;
·       Membina sikap hormat-menghormati;
·       Tolong menolong dan gotong royong, dan silahturrahmi; dan
·       Berpartisipasi dalam pembangunan ibadah.
2.     Tenggang rasa dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Artinya, pengakuan akan persamaan derajat, harkat dan martabat terhadap manusia itu mengandung tututan bagi kita untuk menjungjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan terciptanya sikap kerukunan dan sikap saling menghargai di antara sesama warga.
3.     Rela berkorban dalam kehidupan masyarakat
Rakyat dari berbagai kalangan berani mengorbankan harta benda bahkan nyawa untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan dan hendaknya kita rela mengorbankan kepentingan pribadi dan kepentingan umum.
4.     Suka bermusyawarah
Bangsa Indonesia mempunyai cara yang khas untuk menyelasaikan masalah bersama yang dinamakan musyawarah untuk mufakat. Sebagai bangsa Indonesia, kita menjujung tinggi persamaan derajat manusia. Oleh karena itu, pendapat setiap orang perlu kita hargai. Sebaiknya orang lain pun menghargai pendapat kita.
5.     Bekerja keras.
Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling istimewa. Manusia dianugerahi akal budi dan berbagai lainnya. Keistimewaan itu harus diterima manusia dengan tanggung jawab. Artinya, manusia harus memanfaatkan kemampuannya untuk membangun dunia dengan cara bekerja keras. Melalui kerja keras, manusia memperlihatkan keluhuran martabatnya sebagai ciptaan Tuhan.

5.     Masyarakat Madani
Masyarakat madani berasal dari bahasa Inggris, civil society. Kata civil society sebenarnya berasal dari bahasa Latin yaitu civitas dei yang artinya kota Illahi dan society yang berarti masyarakat. Dari kata civil akhirnya membentuk kata civilization yang berarti peradaban (Gellner seperti yang dikutip Mahasin 1995). Oleh sebab itu, kata civil society dapat diartikan sebagai komunitas masyarakat kota, yakni masyarakat yang telah berperadaban maju. Konsepsi seperti ini, menurut Madjid: seperti yang dikutip Mahasin (1995), pada awalnya lebih merujuk pada dunia Islam yang ditunjukkan oleh masyarakat kota Arab.
Gellner (1995) menyatakan bahwa masyarakat madani akan terwujud keika terjadi tatanan masyarakat yang harmonis, yang bebas dari eksploitasi dan penindasan pendek kata, masyarakat madani ialah kondisi suatu komunitas yang jauh dari monopoli kebenaran dan kekuasaan. Kebenaran dan kekuasaan adalah milik bersama. Setiap anggota masyarakat madani tidak bisa ditekan, ditakut-takuti, dianggu kebebasannya, semakin dijauhkan dari demokrasi, dan sejenisnya. Oleh karena itu, perjuangan menuju masyarakat madani pada hakikatnya merupakan proses panjang dan produk sejarah yang abadi, dan perjuangan melawan kezaliman dan dominasi para penguasa menjadi ciri utama masyarakat madani.
Masyarakat madani timbul karena faktor-faktor :
a.      Adanya penguasa politik yang cenderung mendominasi (menguasai) masyarakat dalam seala bidang agar patuh dan taat pada penguasa. Tidak adanya keseimbangan dan pembagian yang proporsional terhadap hak dan kewajiban setiap warga negara yang mencakup seluruh aspek kehidupan. Adanya monopoli dan pemuastan salah satu aspek kehidupan pada satu kelompok masyarakat, karena secara esensial masyarakat memiliki hak yang sama dalam memperoleh kebijakan-kebijakan yang ditetapkan pemerintah.
b.     Masyarakat diasumsikan sebagai orang yang tidak memiliki kemampuan yang baik (bodoh) dibandingkan dengan penguasa (pemerintah). Warga negara tidak memiliki kebebasan penuh untuk menjalankan aktivitas kesehariannya. Sementara, demokratis merupakan satu entitas yang menjadi penegak wacana masyarakat madani dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Demokratis berarti masyarakatyang berinteraksi dengan masyarakat sekitarnya.tanpa mempertimbangkan suku, ras dan agama. Prasyarat demokrasi ini banyak dikemukakan oleh pakar yang mengkaji fenomena masyarakat madani. Bahkan demokrasi (demokratis) di sini dapat mencakup sebagai bentuk aspek kehidupan seperti politik, sosial, budaya, pendidikan dan ekonomi.
c.      Adanya usaha membatasi ruang gerak dari masyarakat dalam kehidupan politik. Keadaan ini sangat menyulitkan bagi masyarakat untuk mengemukakan pendapat, karena pada ruang politik yang bebaslah individu berada dalam posisi yang setara, dan akan mampu melakukan transaksitransaksi politik tanpa ada kekhawatiran.
Ada tiga karakteristik dasar dalam masyarakat madani, yaitu :
1.     Diakuinya semangat pluralisme. Artinya, pluralitas telah menjadi sebuah keniscayaan yang tidak dapat dielakkan, sehingga mau tidak mau, pluralitas telah menjadi suatu kaidah yang abadi. Dengan kata lain, pluralitas merupakan sesuatu yang kodrati (given) dalam kehidupan. Pluralismebertujuan mencerdaskan umat melalui perbedaan konstruktif dan dinamis, dan merupakan sumber dan motivator terwujudnya kreativitas, yang terancam keberadaannya jika tidak terdapat perbedaan. Satu hal yang menjadi catatan penting bagi kita adalah sebuah perbedaan yang kosmopolit akan tercipta manakala manusia memiliki sikap inklusif, dan mempunyai kemampuan (ability) menyesuaikan diri terhadap lingkungan sekitar. Namun, dengan catatan, identitas sejati atas parameterparameter otentik agama tetap terjaga.
2.     Tingginya sikap toleransi. Baik terhadap saudara sesame agama maupun terhadap umat agama lain. Secara sederhana toleransi dapat diartikan sebagai sikap suka mendengar, dan menghargai pendapat dan pendirian orang lain. Senada dengan hal itu, Quraish Shihab (2000) menyatakan bahwa tujuan agama tidak sematamata mempertahankan kelestariannya sebagai sebuah agama. Namun, juga mengakui eksistensi agama lain dengan memberinya hak hidup berdampingan, dan saling menghormati satu sama lain.
3.     Tegaknya prinsip demokrasi. Demokrasi bukan sekedar kebebasan dan persaingan, demokrasi adalah pula suatu pilihan untuk bersama-sama membangun, dan memperjuangkan perikehidupan warga dan masyarakat yang semakin sejahteran. Masyarakat madani mempunyai ciri-ciri ketakwaan kepada Tuhan yang tinggi, hidup berdasarkan sains dan teknologi, berpendidikan tinggi, mengamalkan nilai hidup modern dan progresif, mengamalkan nilai kewarganegaraan, akhlak dan moral yang baik, mempunyai pengaruh yang luas dalam proses membuat keputusan, dan menentukan nasib masa depan yang baik melalui kegiatan sosial, politik, dan lembaga masyarakat.
Untuk membangun masyarakat madani di Indonesia, ada enam faktor yang harus diperhatikan, yaitu :
1.     Adanya perbaikan di sektor ekonomi, dalam rangka peningkatan pandapatan masyarakat, dan dapat mendukung kegiatan pemerintahan.
2.     Tumbuhnya intelektualitas dalam rangka membangun manusia yang memiliki komitmen untuk independent.
3.     Terjadinya persegeran budaya dari masyarakat yang berbudaya paternalistic menjadi budaya yang lebih modern dan lebih independen.
4.     Berkembangnya pluralisme dalam kehidupan yang beragam
5.     Adanya partisipasi aktif dalam menciptakan tata pamong yang baik
6.     Adanya keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan yang melandasi moral kehidupan.

6.     Globalisasi
Definisi Globalisasi adalah suatu proses yang menyeluruh atau mendunia dimana setiap orang tidak terikat oleh negara atau batas-batas wilayah, artinya setiap individu dapat terhubung dan saling bertukar informasi dimanapun dan kapanpun melalui media elektronik maupun cetak. Pengertian globalisasi menurut bahasa yaitu suatu proses yang mendunia. Globalisasi dapat menjadikan suatu negara lebih kecil karena kemudahan komunikasi antarnegara dalam berbagai bidang seperti pertukaran informasi dan perdagangan.
Faktor-faktor Penyebab Globalisasi  :
·       Perkembangan teknologi informasi komunikasi yang berperan untuk kemudahan dalam transaksi ekonomi antar negara.
·       Kerja sama ekonomi Internasional yang memudahkan terjadinya kesepakatan-kesepakatan antarnegara yang terjalin dengan erat.
·       Majunya ilmu pengetahuan pada teknologi transportasi yang mempermudah dalam jasa transport dan pengiriman barang keluar negeri.

Bangsa Indonesia memiliki keanekaragaman budaya dengan keunikan serta ciri khas yang berbeda jika dibandingkan dengan budaya dari negara-negara lain. Kebudayaan lokal Indonesia yang sangat beranekaragam tersebut, seharusnya dapat dijadikan sebagai suatu kebanggaan sekaligus tantangan untuk dapat dipertahankan serta diwarisi kepada generasi selanjutnya.
Akan tetapi, seiring dengan perkembangan zaman yang ditandai dengan semakin derasnya arus globalisasi, perlahan budaya asli Indonesia mulai terlupakan. Akibatnya, tidak jarang bangsa Indonesia khususnya kaum muda lebih memilih kebudayaan baru yang mungkin dinilainya lebih moderen (kekinian) dibandingkan dengan budaya lokal.
Perkembangan Zaman
Ketika Pancasila yang telah ditetapkan sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia dihadapkan pada banyaknya persoalan yang mendera bangsa Indonesia, terlebih dengan semakin cepatnya perkembangan zaman yang diimbangi oleh derasnya arus globalisasi. Pengaruh masuknya budaya asing di tengah kehidupan masyarakat Indonesia yang dikuti tanpa adanya penyaringan kaidah, merupakan salah satu penyebab semakin terkikisnya nilai-nilai Pancasila dan rasa nasionalisme bangsa Indonesia.

Pancasila seakan terlupakan sebagai sebuah dasar negara dan ideologi nasional yang seharusnya dijunjung tinggi oleh semua masyarakat Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya tindakan dan perilaku masyarakat Indonesia yang jauh dari nilai-nilai yang mencerminkan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional bangsa Indonesia.
Dari beberapa dampak yang ditimbulkan oleh globalisasi yang tidak mencerminkan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia, dapat dilihat pada beberapa aktivitas kehidupan masyarakat Indonesia saat ini. Hal tersebut terlihat dari perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin modern dan konsumtif, pudarnya nilai-nilai gotong royong, munculnya sikap individualisme, dan terbentuknya sikap materialistis serta sekularisme. Selain itu, arus globalisasi seakan telah mampu menciptakan hubungan interpersonal masyarakat Indonesia menjadi lebih individualistik, mementingkan diri sendiri, dan pragmatis.
Bangsa Indonesia kini cenderung pragmatis sebagai akibat dari pengaruh persoalan gaya hidup global yang sudah merasuk ke dalam kesadaran pola hidup mereka. Selain itu, pemahaman nasionalisme bangsa mulai berkurang, di saat negara membutuhkan soliditas dan persatuan hingga sikap gotong royong, sebagian kecil masyarakat terutama yang ada di perkotaan justru lebih mengutamakan kelompok, golongannya, bahkan negara lain dibandingkan kepentingan negaranya.
Tantangan Globalisasi
Di era globalisasi, dunia ibarat menjadi sebuah komunitas global yang hidup dan saling berinteraksi satu dengan yang lainnya, tidak memandang apakah negara tersebut maju atau berkembang, desa atau pun kota, semuanya akan saling berinteraksi. Globalisasi ibarat sebuah keniscayaan waktu yang mau tidak mau harus dihadapi oleh setiap negara manapun dibelahan bumi ini, tidak terkecuali oleh bangsa Indonesia. Ia mampu memberikan paksaan kepada setiap negara untuk membuka diri dalam segala bidang kehidupan, seperti ekonomi, budaya, ilmu pengetahuan, dan teknologi.
Pada era globalisasi seperti sekarang ini, setiap negara dituntut untuk selalu lebih maju mengikuti setiap perkembangan demi perkembangan, yang terkadang jauh dari sebuah keteraturan. Pihak yang diuntungkan dalam situasi tersebut, tentunya adalah negara-negara maju yang memiliki tingkat kemapanan dan kemampuan yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara berkembang.
Selain itu, globalisasi mampu menciptakan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia. Akibatnya, tidak jarang banyak pengaruh yang masuk dari luar baik yang memiliki nilai positif maupun negatif. Perkembangan globalisasi, mampu memberikan pengaruh yang besar terhadap nilai-nilai yang telah berkembang di masyarakat. Bahkan dalam konteks yang lebih luas, globalisasi mampu menghancurkan nilai-nilai yang telah ada di masyarakat, seperti nilai sosial-budaya, ideologi, agama, politik, dan ekonomi.

Globalisasi telah memberikan tantangan baru yang mau tidak mau harus di hadapi dan di sikapi oleh semua elemen masyarakat. Era keterbukaan sudah mulai mengakar kuat di era globalisasi seperti sekarang ini, sehingga identitas nasional adalah salah satu bagian mutlak yang harus dipegang agar tidak hilang dan terbawa arus globalisasi. Untuk dapat mengatasi dampak-dampak yang ditimbulkan sebagai akibat dari globalisasi tersebut, maka Pancasila sebagai pandangan hidup dan dasar negara harus tetap menjadi pijakan dalam bersikap karena Pancasila yang dijadikan sebagai dasar negara dan ideologi nasional bangsa Indonesia, memiliki posisi yang abadi di dalam jiwa bangsa Indonesia.
“Permasalahan yang paling utama dihadapi oleh Pancasila terutama mengenai masalah penghayatan dan pengamalannya”.



Bab III. Penutup
Kesimpulan
Dari semua pemaparan yang telah kami jelaskan, maka dapat ditarik kesimpulan atas penjelasan makalah kami tentang Pancasila Sebagai Paradigma Dalam Kehidupan Bermasyarakat Berbangsa dan Bernegara, bahwa:
1.     Pancasila yang merupakan dasar negara bagi bangsa Indonesia, mengakibatkan pancasila juga sebagai paradigma dalam setiap pembangunan kehidupan Indonesia itu sendiri. Dimana, paradigma adalah sebuah asumsi-asumsi teoritis yang umum dan mendasar (yang merupakan sumber-sumber suatu nilai) sehingga merupakan sumber metode dan hukum serta penerapan dalam ilmu pengetahuan yang dapat menentukan ciri, sifat serta karakter ilmu pengetahuan itu sendiri. Sehingga dengan pancasila digunakan sebagai paradigma dalam pembangunan kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara diharapkan mampu meningkatkan harkat dan martabat warga negaranya.
2.     Pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional sama dengan nilai-nilai yang ada pada pancasila yang berdasarkan pada sila-sila pancasila sehingga penerapan pancasila memang ditujukan untuk kepentingan kemansuiaan dan keadilan bagi seluruh warga negara Indonesia. Pancasila sebagai paradigma sangat berpengaruh di bidang pembangunan, antara lain dalam bidang pembangunan Politik, dalam bidang pembangunan Ekonomi, dalam bidang Sosial Budaya dan dalam bidang pembangunan Hukum.
Kritik dan Saran
Berdasarkan pemaparan materi yang telah disampaikan, kami tahu bahwa pancasila sebagai paradigma perlu dukungan secara konkrit dari seluruh lapisan warga negaranya, maka  kami sebagai warga negara Indonesia harus mampu menjunjung tinggi nilai-nilai pancasila dan mengamalkan sila-sila pancasila dengan setulus hati dan dengan rasa penuh tanggung jawab. Sehingga, dengan dijadikannya pancasila sebagai paradigma pembangunan diharapkan mampu mensejahterakan warga negara Indonesia dan mampu menciptakan keadilan bagi seluruh warga negara Indonesia dan  Pancasila tidak dijadikan sebagai alat kekuasaan yang digunakan untuk mendominasi rakyat dan sebagai pelanggeng kedudukan pada kekuasaannya.
Daftar Pustaka

Sunday, April 22, 2018

Sosiologi - Sosiologi Sebagai Ilmu Pengetahuan Masyarakat

Konsep Dasar Sosiologi

1. Konsep dan definisi sosiologi

Sosiologi memiliki dua konsep dasar, yaitu sosiologi sebagai ilmu pengetahuan dan sosiologi sebagai metode. Sebagai ilmu berarti, sosiologi merupakan kumpulan  pengetahuan mengenai kajian masyarakat dan kebudayaan yang disusun secara sistematis dan logis. Sebagai metode berarti  sosiologi merupakan cara-cara berpikir untuk mengungkapkan realitas sosial dalam masyarakat dengan prosedur dan teori yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Sosiologi berasal dari kata socious (bahasa Latin = Teman) dan logos (bahasa Yunani = kata atau pembicaraan). Jadi secara harfiah, sosiologi berart berbicara mengenai masyarakat.
Ada beberapa definisi sosiologi   menurut para ahli :

a.Auguste comte berpendapat bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari manuasia seebagai makhluk yang mempunyai naluri untuk senantiasa hidup bersama dengan sesamanya. Jadi, sosiologi mempelajari segala aspek kehidupan bersama yang terwujud dalam asosiasi, lembaga-lembaga, dan peradaban.
b.William F. Ogburn dan Meyer F. Nimkoff mengemukakan bahwa sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial, dan hasilnya yaitu organisasi sosial.
c.Roucek dan Warren mengemukakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan manusia dalam kelompok.
d.J.A.A. Van Doorn dan C.J. Lammars mengemukakan bahwa sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.
e.Selo Soemardji dan Soelaiman Soemardi menyatakan bahwa sosologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial, proses sosial, dan perubahan sosial.

2.Sifat  Hakikat Sosiologi

Sifat-sifat hakikat sosiologi, antara lain sebagai berikut :

a.Sosiologi termasuk rumpun ilmu sosial, bukan ilmu pengetahuan alam ataupun ilmu kerohanian.
b.Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang kategoris, artinya sosiologi membatasi diri dengan apa yang terjadi dan bukan pada apa yang seharusnya terjadi.
c.Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan murni (pure science), bukan ilmu pengetahuan terapan (applied science).
d.Sosiologi  merutpakan ilmu pengetahuan yang abstrak, artinya yang diperhatikan adalah pola dan peristiwa yang terjadi dalam masyarakat.
e.Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian dan pola-pola umum.
f.Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang rasional, terkait dengan metode yang digunakannya.
g.Sosiologi termasuk ilmuy pengetahuan umum, bukan ilmu pengetahuan yang khusus. Artinya, sosiologi mengamati dan mempelajari gejala-gejala umum yang ada pada setiap inetraksi dalam masyarakat secara empiris.

Sebagai ilmu sosial yang objek kajiannya masyarakat, sosiologi mempunyai  ciri-ciri utama sebagai berikut :

a.Sosiologi bersifat empiris, karena didasarkan pada pengamatan (observasi) terhadap kenyataan-kenyataan sosial dan hasilnya tidak spekulatif.
b.Sosiologi bersifat teoritis, artinya sosiologi selalu berusaha untuk menyusun kesimpulan dari hasil-hasil observasi untuk menghasilkan teori keilmuan.
c.Sosiologi bersifat kumulatif, artinya teori-teori dalam sosiologi dibentuk atas dasar teori-teori yang sudah ada sebelumnya. Kemudian diperbaiki, diperluas, serta diperdalam.
d.Sosiologi bersifat nonetis, artinya sosiologi tidak mempersoalkan baik buruknya fakta, tetapi menjelaskan fakta tersebut secara analitis dan apa adanya.

3. Objek  studi sosiologi
Objek studi sosiologi adalah masyarakat, dengan menyoroti hubungan antar manusia dan proses sebab-akibat yang timbul dari hubungan tersebut. Selain itu, sosiologi dapat dikaji dengan perspektif lingkungan. Dalam perspektif tersebut, secara kolektif dapat dikategorikan dalam tiga tahapan sosiologi , yaitu sifat dasar dan perkembangan manusia, interaksi manusia dan hubungannya, serta penyesuaian secara bersama dengan lingkungan. Jadi, dalam sosiologi juga terdapat kajian tentang ekologi manusia.
Ekologi manusia merupakan studi terhadap bagaimana manusia berinteraksi dengan alam bukan sebagai makhluk biologis, tetapi sabagai makhluk sosial.

4.  Kegunaan Sosiologi
Sebagai ilmu pengetahuan yang objeknya masyarakat, sosiologi memiliki empat macam kegunaan, yaitu :
           1)    Perencanaan sosial
Perencanaan sosial adalah kegiatan untuk mempersiapkan masa depan kehidupan masyarakat secara ilmiah dan bertujuan untuk mengatasi berbagai hambatan. Perencanaan sosial bersifat preventif. Oleh karena itu, kegiatannya berupa pengarahan-pengarahan dan bimbingan sosial mengenai cara-cara hidup masyarakat yang lebih baik.
            2)    Penelitian
Dalam bidang penelitian masyarakat, sosiologi memiliki kelebihan dibandingkan ilmu-ilmu yang lain karena :
a.    Memahami simbol kata-kata, kode, serta berbagai istilah yang digunakan oleh masyarakat sebagai objek penelitian empiris.
b.    Pemahaman terhadap  pola-pola tingkah laku manusia dalam masyarakat.
c.     Kemampuan untuk mempertimbangkan berbagai fenomena sosial yang timbul dalam kehidupan masyarakat, terlepas dari prasangka-prasangka subjektif.
d.    Kemampuan melihat kecenderungan-kecenderungan arah perubahan pola tingkah anggota masyarakat atas sebab-sebab tertentu.
e.    Kehati-hatian dalam menjaga pemikiran yang rasional sehingga tidak terjebak dalam pola pikir yang tidak jelas.
            3)    Pembangunan
Pembangunan merupakan suatu proses perubahan di segala bidang kehidupan yang dilakukan secara sengaja berdasarkan suatu rencana tertentu. Proses pembangunan terutama ditujukan untuk meningkatkan taraf hidup rakyat, baik secara material maupun secara spiritual.
Dalam usaha-usaha pembangunan, sosiologi berguna dalam mengadakan identifikasi berbagai kebutuhan masyarakat. Kemudian selanjutnya sosiologi berguna dalam mengidentifikasi kekuatan dalam masyarakat, hal itu dapat dilakukan dengan cara mengadakan penelitian terhadap pola-pola kekuasaan dan wewenang yang ada dalam masyarakat. Dalam tahap evaluasi, diadakan analisis terhadap efek pembangunan. Kerena keberhasilan suatu pembangunan hanya dapat dinilai melalui evaluasi dan dapat diidentifikasi tentang adanya kekurangan, kemacetan, kemunduran bahkan mungkin kemerosotan.
            4)    Pemecahan masalah sosial
Masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur sosial yang membahayakan kehidupan masyarakat. Sosiologi menyelidiki persoalan-persoalan umum dalam masyarakat dengan maksud untuk menemukan dan menafsirkan kenyataan-kenyataan kehidupan kemasyarakatan.
B.        METODE-METODE SOSIOLOGI
Metode merupakan cara kerja yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu. Adapun metode-metode yang sering digunakan dalam penelitian sosiologi adalah sebagai berikut :
1.         Metode statistk
Metode ini banyak dipakai untuk menunjukan hubungan atau pengaruh kausalitas serta memperkecil prasangka pribadi atau sepihak. Penerapan metode ini yang paling sederhana adalah teknik enumerasi (penghitungan). Jawaban pertanyaan responden disusun dalam bentuk tabel sehingga dikeahui hasilnya secara kauntitatif.
2.         Metode eksperimen (percobaan)
Metode ini dilakukan terhadap dua kelompok. Metode ini membandingkan hasil percobaan terhadap kedua kelompok tersebut. Ada dua macam metode eksperimen, yaitu eksperimen dan eksperimen lapangan.
3.         Metode induktif dan deduktif
Metode induktif adalah metode yang diguetnakan untuk memperoleh kaidah umum dengan mempelajari gejala yang khusus. Sedangkan metode deduktif adalah metode yang digunakan untuk memperoleh kaidah khusus dengan mempelajari gejala yang umum.
4.         Metode studi kasus
Metode ini digunakan untuk meneliti kebenaran peristiwa-peristiwa tertentu.
5.         Metode survei lapangan
Metode ini digunakan untuk memperoleh data yang hanya ada pada kehidupan masyarakat secara langsung. Data diperoleh melalui angket, wawancara, ataupun observasi secara langsung.
6.         Metode pertisipasi
Metode ini digunakan untuk mengadakan penelitian mendalam tentang kehidupan kelompok. Peneliti berbaur dalam kehidupan kelompok sambil melakukan pengamatan atau kegiatan penelitiannya tanpa mengungkapkan identitas sebagai peneliti.
7.         Metode empiris dan rasionalistis
Metode empiris menyandarkan diri pada fakta yang ada dalam masyarakat melalui penelitian. Metode rasionalistis mengutamakan pemikiran sehat untuk mencapai pengertian tentang masalah-masalah kemasyarakatan.
8.         Metode fungsionalisme
Metode ini bertujuan untuk meneliti kegunaan lembaga-lembaga kemasyarakatan  dan struktur sosial dalam masyarakat.
9.         Metode studi pustaka
Metode studi pustaka merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan mengambil data atau keterangan dari buku-buku literatur di perpustakaan.
C.        KONSEP-KONSEP TENTANG REALITAS SOSIAL BUDAYA
Realitas sosial budaya merupakan kenyataan-kenyataan sosial budaya di sekitar lingkungan masyarakat tertentu. Kenyataan sosial budaya ini terjadi karena adanya pola-pola hubungan yang terjadi dalam masyarakat. Pola-pola hubungan tersebut dapat mencapai kestabilan tetapi dapat juga menimbulkan konflik.
Ada beberapa realitas sosial budaya yang terdapat di masyarakat, antara lain :
1.       Masyarakat
Masyarakat adalah sekumpulan manusia  yang menempati wilayah tertentu dan membina kehidupan bersama dalam berbagai aspek kehidupan atas dasar norma sosial tertentu dalam waktu yang cukup lama.
Konsep masyarakat tidak berdiri sendiri, tetapi erat hubungannya dengan lingkungan. Hal tersebut berarti bahwa ketika seseorang berinteraksi dengan sesamanya, maka lingkungan menjadi faktor yang mempengaruhi sikap-sikap, perasaan, perlakuan dan kebiasaan-kebiasaan yang ada di lingkungannya.
2.       Interaksi sosial
Interaksi sosial adalah hubungan dan pengaruh timbal balik antarindividu,  antara individu dan kelompok, serta antar kelompok
3.       Status dan peran
Status merupakan posisi seseorang dalam masyarakat dan bersifat statis. Sedangkan peran adalah pola tindakan atau perilaku dari orang yang memiliki status tertentu. Peran merupakan aspek masyarakat yang bersifat dinamis.
Status dan peran tidak dapat dipisahkan , keduanya saling beriingan. Misalnya, status seorang sultan mengharusakan ia berperan sebagai tokoh panutan masyarakat.
4.       Nilai
Nilai adalah segala sesuatu yang dianggap baik dan benar oleh anggota masyarakat dan merupakan sesuatu yang diidam-idamkan. Pergeseran nilai akan mempengaruhi kebiasaan (folkways) dan tata kelakuan (mores).
5.       Norma
Norma merupakan wujud konkret dari nilai sosial. Norma dibuat untuk melaksanakan nilai-nila yang ada dalam masyarakat yang telah dianggap baik dan benar. Norma biasanya disertai dengan sanksi, agar norma dipatuhi oleh semua warga masyarakat.
Ada empat macam norma yang ada dalam masyarakat, antara lain :
a.    Norma agama, yaitu petunjuk hidup yang berupa perintah dan larangan yang berasal dari Tuhan.
b.    Norma adat atau kebiasaan, yaitu norma yang berkaitan dengan sistem penyelenggaraan hidup yang terjadi secara berulang-ulang karena dibakukan dan diyakini sebagai sesuatu yang baik.
c.     Norma kesusilaan atau kesopanan, yaitu tuntutan perilaku yang harus dipatuhi oleh setiap warga masyarakat. Norma ini memiliki substansi pokok mengenai penghargaan terhadap harkat dan martabat orang lain.
d.    Norma hukum, yaitu norma masyarakat yang dibuat oleh lembaga-lembaga berwenang seperti MPR, DPR, dan pemerintah. Norma hukum lebih bersifat memaksa daripada norma-norma yang lainnya.
6.       Lembaga sosial (pranata sosial)
Lembaga merupakan suatu sistem norma untuk mencapai suatu tujuan yang oleh masyarakat dianggap penting. Ada lima lembaga dasar yang terdapat dalam masyarakat, yaitu lembaga keluarga, lembaga keagamaan, lembaga pemerintahan, lembaga perekonomian, dan lembaga pendidikan.
7.       Sosialisasi
Sosialisasi merupakan proses individu belajar berinteraksi di tengah-tengah masyarakat. Melalui proses sosialisasi, seorang individu akan akan memperoleh pengetahuan-pengetahuan, nilai-nilai, dan norma-norma yang akan membekalinya dalam proses pergaulan.
8.       Perilaku menyimpang
Perilaku menyimpang merupakan bentuk perilaku masyarakat yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku. Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan perilaku menyimapang, yaitu :
a.    Tidak berfungsinya aparat penegak hukum.
b.    Memburuknya situasi sosial budaya masyarakat.
c.     Tidak berhasilnya proses pewarisan budaya.
d.    Proses sosialisasi yang tidak sempurna atau tidak lengkap, serta karena proses sosialisasi terhadap sub-subkebudayaan yang menyimpang.
9.       Pengendalian sosial
Setiap masyarkat menginginkan adanya suatu ketertiban agar tata hubungan antarwarga masyarakat dapat berjalan secara tertib dan lancar. Oleh karena itu masyarakat menciptakan norma sebagai pedoman perilaku yang pelaksanaannya memerlukan suatu bentuk pegawasan dan pengendalian. Usaha yang dilakukan agar masyarakat berperilaku sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku disebut pengendalian sosial.
10.   Proses sosial
Proses sosial merupakan proses interaksi dan komunikasi antarkomponen masyarakat dari waktu ke waktu hingga mewujudkan suatu perubahan. Dalam suatu proses sosial terdapat komponen-komponen yang saling terkait satu sama lain, yaitu :
a.    Struktur sosial, yaitu susunan masyarakat secara komprehensif yang menyangkut individu-individu, tata nilai, organisasi sosial, dan struktur budayanya. Struktur sosial merupakan suatu bangunan masyarakat yang abstrak dan menentukan bagaimana corak gerakan masyarakat itu menuju suatu perubahan.
b.    Interaksi sosial, yaitu keseluruhan jalinan antarwarga masyarakat,baik secara individu maupun secara kelompok dalam menyelenggarakan kehidupannya.
c.     Struktur alam lingkungan yang meliputi letak, bentang alam, iklim, flora dan fauna.
11.   Perubahan sosial budaya
Perubahan sosial budaya adalah perubahan struktur sosial dan budaya akibat adanya ketidaksesuaian di antara unsur-unsurnya sehingga memunculkan suatu corak sosial budaya baru yang dianggap ideal.
12.   Kebudayaan
Kebudayaan adalah semua hasil cipta, rasa, dan karsa manusia dalam hidup bermasyarakat. Dalam arti luas, kebudayaan merupakan segala sesuatu yang ada di muka bumi ini yang keberadaannya diciptakan oleh manusia. Kebudayaan, dapat berbentuk :
a.    Artefak, yaitu benda-benda yang merupakan hasil karya manusia.
b.    Sistem aktivitas, seperti berbagai jenis tarian, ritual, serta kegiatan sosial lainnya.
c.     Sistem ide atau gagasan, yaitu suatu pola pikir yang ada dalam pikiran manusia. Ide merupakan bentuk budaya abstrak yang mengawali suatu perilaku ataupun hasil perilaku bagi setiap bangsa.
D.        HUBUNGAN ANTARA BERBAGAI KONSEP REALITAS SOSIAL BUDAYA
1.    Masyarakat dan kebudayaan
Berbicara mengenai masyarakat tentu tak akan lepas dari konsep budaya, karena kebudayaan adalah segala sesuatu yang dipelajari dan dialami bersama secara sosial oleh masyarakat. Dalam proses pergaulannya,masyarakat akan menghasilkan budaya yang selanjutnya akan dipakai sebagai sarana penyelenggaraan kehidupan bersama. Oleh sebab itu, konsep masyarakat dan konsep kebudayaan  merupakan dua hal yang senantiasa berkaitan dan membentuk suatu sistem
2.    Masyarakat dan interaksi sosial
Masyarakat selalu melakukan interaksi sosial, baik antarindividu, antara individu dan kelompok, maupun antarkelompok. Karena dalam kehidupannya manusia senantiasa membutuhkan pertolongan manusia yang lain (zoon politicon). Jadi masyarakat dan interaksi sosial tidak dapat dipisahkan.
3.    Status dan peranan
Status sosial (kedudukan) merupakan posisi seseorang di tengah-tengah masyarakat. Status dan peranan selalu berkaitan. Peranan merupakan perilaku yang diharapkan dari orang yang memiliki status tertentu.
4.    Nilai, norma, dan lembaga sosial
Untuk menciptakan keteraturan dalam masyarakat dibutuhkan suatu perangkat pengaturan tertib sosial yang dinamakan pranata sosial. Dalam pranata sosial, norma-norma dan nilai-nilai akan menjadi sebuah pedoman berperilaku dalam masyarakat. Pranata sosial ini dibuat oleh lembaga sosial yang ada dalam masyarakat. Lembaga sosial dapat mengontrol apakah suatu norma berjalan dengan baik atau sebaliknya.
5.    Perilaku menyimpang dan pengendalian sosial
Adanya perilaku menyimpang akan mengancam keseimbangan dalam masyarakat. Oleh sebab itu, diperlukan pengendalian sosial. dengan pengendalian sosial yang efektif, maka  perilaku menyimpang akan mengalami penurunan.
E.         DATA TENTANG REALITAS SOSIAL DAN PERMAHAN SOSIAL
Di bawah ini ada beberapa fenomena sosial yang ada di masyarakat berdasarkan hasil penelitian dan data statistik yang perlu mendapat perhatian
1.    Penurunan kualitas moral (demoralisasi)
Demoralisasi merupakan suatu keadaan dimana kualitas moral warga masyarakat mengalami penurunan. Demoralisasi berhubungan dengan rendahnya standar moral dan penetapan nilai serta norma dalam masyarakat.
2.    Terorisme
Terorisme adalah tindakan yang membuat kerusakan-kerusakan di dalam masyarakat dengan tujuan menyebarkan rasa takut serta mengancam keselamatan publik.
3.    Merebaknya kasus perdagangan anak
4.    Meningkatnya angka kemiskinan
5.    Kenakalan remaja (delinkuensi)

sumber : 
http://rumahsosiologiku.blogspot.co.id/2012/10/bab-i-sosiologi-sebagai-ilmu-tentang_6531.html

Friday, February 2, 2018

10 Cara Ini Terbukti Ampuh Menghilangkan Jerawat dengan Cepat dan Tepat

Sumber Gambar : www.kompasiana.com
Bagi para wanita, siapa yang tidak kesal bila muncul jerawat terutama di bagian wajah? Pasti bakal merasa tidak nyaman dan kurang percaya diri apalagi ketika bertemu dengan gebetan, yakan? Hehe.

Jerawat memang menyebalkan, maka dari itu kita perlu cara ampuh untuk menghilangkannya, tidak sekedar menghilangkannya, tapi juga mencegah agar tidak mudah kembali lagi hinggap di wajah kita.


Banyak faktor yang menyebabkan jerawat muncul, diantaranya :



  1. Pola makan yang tidak sehat
  2. Kulit berminyak
  3. Polusi udara
  4. Iritasi wajah
  5. Kurang mengkonsumsi air putih
  6. Alergi terhadap kosmetik
  7. Terpapar sinar matahari langsung
  8. Jarang membersihkan muka
  9. Rambut yang kotor
  10. Merokok
  11. Kurang tidur
  12. Kurang menjaga kebersihan wajah
  13. Pubertas
  14. Keturunan
  15. Stress
  16. dan, kurang vitamin A
Lihat penjelasan sumber penyebab jerawat disini

Cara Menghilangkan Jerawat secara Alami

Banyak cara agar dapat menghilangkan jerawat baik dengan perawatan atau menggunakan bahan-bahan alami yang dibuat sendiri. Berikut adalah bahan-bahan beserta langkah yang dapat digunakan untuk menghilangkan jerawat secara alami :

1. Lemon
  • Siapkan sebuah lemon
  • Potong menjadi dua, lalu peras lemon
  • Oleskan lemon pada wajah 
  • Biarkan hingga 15 menit
  • Kemudian bilas wajah anda dengan air dingin  dan keringkan dengan handuk
  • Lakukan perawatan ini secara berkala sehari sekali untuk mengatasi jerawat anda
2. Madu
  • Siapkan madu dan kapas, lalu ambil beberapa tetes madu saja
  • Oleskan madu pada bagian yang berjerawat dengan kapas
  • Biarkan selama 45 menit
  • Setelah madu mengering dan lengket, bilas wajah dengan air dingin dan keringkan
  • Anda dapat melakukan cara ini selama tiga kali seminggu
3. Pasta gigi
  • Oleskan pasta gigi langsung pada jerawat, hindari mengoles pada seluruh wajah
  • Biarkan selama kurang lebih dua jam atau semalaman
  • Bilas wajah dengan air dingin dan keringkan
  • Jangan mengoleskan pasta gigi di bagian wajah yang iritasi
  • Pilih pasta gigi yang mengandung fluoride yang lebih rendah, lebih baik menggunakan pasta gigi organik
4. Timun/ketimun
  • Siapkan ketimun/mentimun lalu potong tipis-tipis
  • Aplikasikan pada wajah anda yang berjerawat dan diamkan hingga 15 menit
  • Bilas wajah dengan air hangat
  • Untuk hasil yang lebih maksimal, konsumsi jus ketimun yang dicampur perasan jeruk nipis. Jus ketimun dapat membersihkan tubuh dan mengeluarkan racun dari dalam
5. Kulit Jeruk
  • Keringkan kulit jeruk dibawah sinar matahari beberapa hari sampai benar-benar kering
  • Haluskan kulit jeruk tadi hingga menjadi seperti bubuk
  • Tambahkan air secukupnya pada bubuk kulit jeruk tadi, aduk sampai pasta
  • Oleskan pada wajah yang berjerawat, diamkan beberapa menit
  • Bilas dengan air hangat
6. Putih Telur
  • Ambil sebutir telur, pisahkan putih telur dengan kuning telur
  • Kocok putih telur hingga mengembang
  • Oleskan pada wajah anda hingga mengering
  • Bilas dengan air hangat
7. Lidah Buaya
  • Siapkan sebatang lidah buaya, potong menjadi dua bagian
  • Potong bagian samping lidah buaya yang berduri
  • Iris bagian atas lidah buaya untuk mengambil gel nya kemudian masukkan dalam wadah
  • Haluskan gel lidah buaya
  • Oleskan gel ke bagian wajah yang berjerawat
  • Biarkan 3 hingga 5 menit
  • Bilas dengan air dingin
8. Pepaya
  • Bersihkan pepaya dan potong menjadi beberapa bagian
  • Haluskan pepaya hingga menjadi bubur dengan blender atau mortar
  • Tambahkan satu sendok madu atau lemon (opsional)
  • Oleskan pada wajah 
  • Diamkan selama 15 menit
  • Bilas dengan air hangat
9. Bawang putih
  • Haluskan/tumbuk bawang putih, lalu oleskan pada area wajah yang berjerawat
  • Diamkan selama beberapa menit
  • Bilas dengan air hangat
  • Agar hasil maksimal sebelum dioles ke wajah, bawang putih dicampur dengan cuka sari apel
10. Es batu
  • Pastikan air yang digunakan untuk membuat es batu tersebut steril
  • Bungkus es batu dengan kain bersih
  • Oleskan atau diamkan es batu pada bagian jerawat selama beberapa detik saja
  • Ulangi langkah tersebut pada area lain yang berjerawat
  • Lakukan perawatan ini sampai jerawat mengempis
11. Yoghurt
  • Bersihkan wajah dengan air hangat terlebih dahulu agar pori-pori terbuka
  • Ambil satu sendok yoghurt lalu oleskan pada wajah 
  • Diamkan selama 30 menit lalu bilas wajah dengan air dingin
  • Lakukan perawatan ini dua kali sehari secara teratur
12. Jeruk Nipis
  • Basuh muka terlebih dahulu dengan air hangat
  • Lalu keringkan dengan pelan
  • Iris tipis jeruk nipis lalu oleskan pada bagian wajah yang berjerawat
  • Agak sedikit perih namun ditahan saja itu artinya zat sedang bereaksi
  • Diamkan selama 15 menit lalu bilas dengan air dingin
  • Lakukan perawatan ini setiap hari atau dua kali sehari untuk menghilangkan jerawat anda
13. Wortel
  • Pilih wortel dengan kualitas baik
  • Parut wortel sampai halus
  • Oleskan ke wajah yang berjerawat diamkan hingga 15 atau 20 menit
  • Basuh wajah dengan air dingin dan keringkan
14. Baking soda
  • Buat pasta baking soda dengan mencampur 2 sendok makan baking soda dengan 1 sendok makan air
  • Oleskan pada area wajah yang berjerawat
  • Biarkan selama 15 menit, lalu bilas dengan air hangat dan keringkan
15. Pisang
  • Haluskan satu buah pisang lalu tambahkan satu sendok makan bubuk kunyit dan setengah sendok makan bubuk kue lalu aduk hingga rata
  • Aplikasikan pada wajah yang sudah bersih
  • Biarkan hingga 15 menit lalu bilas dengan air hangat

TIPS Mencegah Timbulnya Jerawat

1. Rajin membersihkan wajah

Bersihkan wajah anda minimal dua kali sehari untuk meminimalisir munculnya jerawat. Wajah kita sangat mudah sekali terpapar sinar matahari, debu, polusi, atau bahkan kuman dari tangan kita atau rambut kita sendiri sehingga kebersihan wajah harus selalu dijaga. 
Bila perlu gunakan pembersih wajah yang mengandung bahan alami. Saat ini sudah banyak dijual di pasaran.

2. Jangan menyentuh jerawat

Jangan sesekali anda menyentuh apalagi memencet jerawat anda. Karena tangan kita sendiri telah menyentuh banyak barang yang mengandung kuman jika kita menyentuh jerawat atau memencetnya justru akan membuat kuman menempel pada jerawat yang hanya akan memperparah jerawat anda.

3. Jangan memakai kosmetik berlebihan

Jangan menggunakan make up berlebihan karena akan dapat menimbulkan jerawat, Pilih make up yang sesuai dengan kulit anda. Sebelum membeli bahan make up ada baiknya anda konsultasikan dengan si penjual biasanya mereka paham.

4. Rajin Olah Raga

Rajin berolah raga akan menyeimbangkan hormon dan mengurangi resiko stress yang berdampak pada timbulnya jerawat. Mandi dengan air hangat setelah berolah raga dapat membersihkan tubuh dari minyak dan keringat yang dapat memicu munculnya jerawat.

5. Pola makan yang sehat

Pola makan juga sangat penting anda jaga. Karena masalah timbulnya jerawat tidak hanya dari faktor eksternal melainkan internal pula seperti pola makan. Jangan terlalu banyak makan makanan yang berlemak. Mengkonsumsi buah dan sayur akan baik dan dapat membersihkan jerawat dan racun dari dalam. Hindari pula makanan yang berminyak atau makanan cepat saji.


Demikian beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan jerawat. Semoga cepat hilang ya jerawatnya setelah membaca artikel ini. Ingat selalu jaga kesehatan pola makan dan jangan terlalu stress. Karena stress juga dapat memicu pertumbuhan jerawat. 
Menggunakan bahan alami tidak berbahaya seperti bahan kimia yang lebih banyak resikonya. Dan bahan-bahan ini sangat mudah sekali anda dapatkan. Perawatan yang rutin dan teratur juga harus dilakukan apabila ingin hasil yang maksimal dan cepat.



Sumber terkait:

Pengalaman Apply Kerja di salah satu startup logistic di Indonesia

  As a result, we have decided to pursue other candidates who more closely fit our needs Itu adalah kalimat yang masuk ke emailku hari ini w...